Translate

Selasa, 02 September 2008

' Do you know? '

Do you know when I look at the sky there is your smile,

Do you know when the dark touch in the night there is your face in the star,

Do you know when I cross the river, climb a mountain and flying high on the hills there is your love?..

Do you know when Im walking alone look up the air and claud in the sky is your words,

Do you understand when the moon touch in the night, that is your promise,

Do you know when the frogs singing looks like a choir, that is a present to you,

Do you know when the birds dancing and singing on the tree at the gardens it means they are said to you: hello good morning today is a lucky day,

Do you know when butterfly touch the rose and kissing the flower it means the other side of midnight are prepare heaven in the earth?

Do you believed if there is forty one or a hundred or million or much than million lovely mother gived a breast fed to her baby or child that is can make stop the earth quake and can stop world disaster?

Do you believed when forty one mother gived a breast fed to they baby at the same place and the same time, it can make the angel Gabriel said to the river,ocean,hills, mountain, air,claud and the sky : these are power of love from human, stop disaster and give them save, give them time to growing up, give them time for happiness, because same day,

With they smile they can conquer the world,

With they love and peace they can conquer the earth…






Dimas Handono Djati
Jagakarsa
Jakarta selatan
Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2008

'jujur, patuh, setia,'

‘Siapakah kamu tersenyum manis dengan memandangku?..
Aku tak mengenalmu yang tiba-tiba ada di hadapanku,
Siapa kamu wajahmu susah dilihat karena seharusnya aku curiga.
Siapakah kamu apakah kamu seorang bapak, seorang ibu, kakek-kakek,
Nenek-nenek, laki-laki atau wanita? ‘

‘Tuanku perkenalkan hambamu ini adalah seorang pengabdi,
Mengapa Tuanku lupa bahwa aku adalah sang pengabdi?’

‘Aku tak lupa tapi permata berkilauan di jidatmu begitu terang sinarnya sehingga
Aku silau melihatmu dan aku tak mampu memandang wajahmu yang menyenangkan itu
Dan tak bisa menebak siapa kamu laki-laki atau perempuan.’

‘Kalau begitu Tuanku Paduka yang Mulia memang pelupa, kenapa tak mengenalku sang Pengabdi?’

‘Karena Aku silau melihatmu yang bercahaya terang.’

‘Tuanku yang Mulia ingatlah, aku adalah pengabdimu yang setia.’

‘Mengapa engkau menyebutku Tuanku yang Mulia, apa maumu dan apa kehendakmu?’

‘Kemauanku adalah membuat Tuanku bahagia.’

‘Aku sudah bahagia,

‘Kalau begitu hamba sang pengabdi akan membuat Tuanku bertambah bahagia’

‘Kalau begitu silahkan.’

‘Hamba akan menghibur Tuanku dengan bernyanyi’

‘Kalau begitu silahkan.’
Sang pengabdi kemudian bernyanyi :

‘Hamba haturkan kidung yang Agung kepada yang Mulia,
Pujian mengharukan dan gembira hamba tujukan pada yang Agung,
Hamba nyanyikan pujian kepada yang mengetahui tempat emas,Intan
Dan permata yang berada di gunung, bukit, lembah, sungai dan laut.
Dengarlah ini nyanyian dengan pekikkan, suara keras menggelegar
Menguak gunung dan mengeluarkan isinya berupa emas dan permata,
Dengarlah kidung kebahagiaan ini dengan nyanyian keras menggelegar
Pecahkan gunung dan cadas mengeluarkan intan berkilau.



Dengarlah senandung nada dengan suara keras bagai petir membelah sunyi
Menghalau sepi,
Dengan nyanyian indah puji-pujian untuk yang Agung semoga Yang Mulia
Tuanku Bahagia.

‘Apakah tuanku sudah bahagia?’

‘Belum.’

‘Mengapa Tuanku belum bahagia?’

‘Karena Nyanyianmu membelah gunung dan mengeluarkan isinya, kenapa begitu mengerikan.. Karena Aku yang engkau sebut ‘Yang mulia Tuanku’ ternyata saat ini
Hanya seorang budak’

‘O begitu?..ya memang, yang Mulia Tuanku memang budak yang bekerja keras mencari emas, membelah batu untuk di asah menjadi permata, yang mengais sungai menambang pasir untuk membuat istana, yang membolongi tanah untuk mendapatkan minyak, sama seperti tuan tuanku yang lain.’

‘Jadi kamu juga mengabdi pada tuan tuan yang lain selain aku?’

‘Begitulah Paduka yang Mulia…
Hamba mengabdikan diri hamba pada orang-orang baik yang diperbudak,
Hamba mengabdikan diri hamba pada orang saleh yang teraniaya,
Hamba mengabdikan diri hamba pada orang baik yang tersiksa,
Hamba mengabdikan diri hamba pada orang saleh yang tak memperoleh keadilan,
Hamba mengabdikan diri hamba pada orang baik-baik yang diperkosa dan dirampas
Haknya,
Hamba mengabdikan diri hamba pada wong Agung yang bekerja dengan cucur keringat,
Haus mencekak, lapar keroncongan, dengan di cemeti oleh terik matahari,penghinaan dan perampasan hak..dan hebatnya lagi yang membuat hamba kagum pada Tuan Tuanku itu semuanya ikhlas menerima. Hamba mengabdi pada Yang Mulia Tuanku supaya Tuanku selalu semangat bekerja dengan tanpa mengeluh rasa lelah, letih, lesu, lemah, putus asa, dan kemudian bekerja tanpa pamrih, dengan begitu pohon-pohon yang paduka telah tebang, pasir yang Paduka telah ambil, lembah dan gunung yang Paduka telah bolongin, tanah yang Paduka gali akan muncrat dan timbul banjir bandang dan longsor, gunung akan njeblug, dengan begitu asap gunung meletup yang seperti awan akan menutupi sinar matahari, dengan begitu siang menjadi gelap, dengan begitu selama berbulan-bulan
Tanaman tidak terkena sinar matahari dan panen menjadi gagal, awan gelap menyelubungi daratan muka bumi, dengan begitu dunia bagian timur, barat, utara, selatan pergantian musimnya tak teratur dan menjadi dingin beku dan gagal panen, artinya hasil pangan dunia tak cukup dan terjadi bencana kelaparan dan penyakit yang parah,



Dengan begitu semuanya akan menjadi lapar, tak peduli penguasa dan hamba, orang kaya dan orang miskin, tak peduli kakek atau nenek, pria atau wanita, dewasa atau kanak-kanak, tumbuhan atau binatang, semuanya sengsara dan semuanya mati. Sebelum mati mereka bingung tapi pura-pura tak bingung, takut tapi pura-pura tak takut, butuh tapi pura-pura tak butuh, emas yang mereka punya menjadi tak berharga, uang di bank habis di rampog, para pembantu dan pekerja mereka kabur karena tak di gaji dan tak di beri makan, pengawal mereka merampas harta dan barang berharga milik tuannya, keluarga mereka saling menyelamatkan diri berburu di alam liar untuk makanan, binatang yang di buru habis, akhirnya mereka mencongkel mata saudaranya untuk makan pagi, mereka potong paha kaki tetangganya untuk makan siang, dan kemudian mereka mencincang temannya untuk makan malam, dan kemudian mereka rebus tulang belulang temannya untuk sup dan mereka sedot sum sum tulangnya sebagai hidangan penutup. Mereka telah berubah menjadi binatang yang memakan sesamanya. Segala bangsa jin, syetan, hantu, dedemit, mahabuta dan iblis meraung-raung menangis karena sudah tak ada lagi manusia dan hewan yang akan di ganggu dan disantap. Mereka juga menjadi lapar dan akhirnya jin memakan syetan, dan syetan menyantap hantu, dan hantu memakan dedemit, dan dedemit memakan mahabuta, dan mahabuta memangsa iblis, dan kemudian iblis memakan jin. Ini semua akibat para penguasa yang telah memperbudak para tuan dan majikanku yang terhormat untuk menebang pohon tanpa menyuruh menanam kembali, mengotori sungai tanpa mensucikannya, menggunduli hutan tanpa menanam kembali di bagian yang lain, merampas hidup tanpa memberi kehidupan. luar biasa..gempar.. betapa dahsyatnya hari itu.’

‘Cukup dan hentikan, betapa mengerikan dan jorok ocehanmu itu, sekarang jawab pertanyaanku, bagaimana dengan aku, kamu dan tuan-tuanmu tempat engkau mengabdi?’

‘O Yang Mulia Tuanku Paduka, pada saat itu Yang Mulia dan Hambamu ini sudah tidak ada lagi karena daging pada tubuh yang Mulia dan Hamba ini telah berubah menjadi gunung-gunung yang pernah kita lobangi, dan darah Yang Mulia telah berubah menjadi air sungai yang jernih, dan tulang belulang Paduka Yang Mulia telah berubah menjadi pohon, bukit dan ngarai, keringat kita yang dulu bercucuran telah berubah menjadi harum bunga semerbak wangi Saffron..’

‘Dan bagaimana dengan mereka yang telah memperbudakku?’

‘Paduka Yang Mulia dengan sangat menyesal hamba memberitahukan bahwa mereka telah tiada karena telah di makan sebagai santapan sesama mereka dan kemudian kembali di keluarkan sebagai kotoran untuk menjadi pupuk tanaman, mereka sangat berguna untuk tanah di bumi ini pada waktu yang akan datang.’

‘Jadi.. bumi tempat kita berpijak masih ada diwaktu yang akan datang?’

‘Begitulah Paduka Yang Mulia, semua disediakan untuk Paduka Yang mulia.’


‘Jadi aku akan mendapat kebahagiaan?’

‘Begitulah Yang Mulia.’

‘Jadi aku akan mendapatkan kesejahteraan?’

‘Begitulah Yang Mulia.’

‘Jadi.. aku akan mendapatkan Kemuliaan?’

‘Begitulah Paduka Yang Mulia.’

‘Kapan semua akan terjadi?’

‘Semua akan terjadi melalui proses dan lakon, oleh karena itu supaya terjadi Paduka Yang Mulia harus menjadi budak yang baik, Jadilah budak yang patuh walau tertindas, jadilah budak yang kuat walau tak makan, jadilah seorang budak yang jujur walau tak di gaji, jadilah seorang budak nafsu yang setia melayani birahi Tuanmu tanpa merasa terhina, Jadilah seorang budak yang rajin walau di pecut, Jadilah seorang budak yang ikhlas tanpa pamrih, jadilah seorang budak yang tanpa mengeluh capek, lesu, lelah, letih dan lemah, Karena semua ini adalah lakon yang harus dilalui oleh Paduka yang Mulia untuk memperoleh keselamatan, kesejahteraan, kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan di waktu yang akan datang..

Karena semua ini adalah… Karma…


Dimas Handono Djati.
Jagakarsa
Jakarta selatan
Indonesia.

Senin, 28 Juli 2008

'Bermimpi'

Hari ini dunia damai,

Disaksikan burung prinjak berjingkrak-jingkrak bernyanyi merdu,
bersahut sahutan laksana pantun bersambut,
Saling siul berbalas siul,
melompat-lompat berisik memanggil rindu,
cantik meloncat ke dahan yang bergoyang,
lucu dan molek hinggap di batang daun,
kemudiam bernyanyi memanggil kangen,
dengan riang mengepak sayap,
mungil bermata kecil seperti manik-manik,
berbulu kuning, merah dan hijau seperti warna bunga,
berisik berteriak indah meriah,
terbang melompat dan meloncat riang gembira,
dengan canda dan nyanyian berkicau,
penuh suka cita dengan sepoi angin menggoyang dahan,
dengan ramai terbang ke atas terang benderang,
berhias awan putih bergulung dan langit biru,
terbang susul menyusul seperti barisan berbaris,
melayang tinggi menghias kartika angkasa,
berputar-putar, melayang kebawah, terbang ke atas bebas dan lepas,

Hari ini dunia damai,

Angin berhembus ringan, wangi semerbak harum melati,
matahari terang benderang, tak panas tak dingin,
taman sejuk, adem ayem, hijau royo royo,
bunga mawar mekar warna merah dan warna putih,
hamparan sawah membentang luas menguning,
bergoyang lembut seperti ombak menari di terpa angin,
pohon kelapa menyapa dengan daunnya melambai,
itik, ayam, bebek, keluar cari makan sendiri,
seperti burung bebas lepas terbang melayang cari makan sendiri,
ayam, bebek, itik, pulang tanpa di angon,
hujan turun tepat waktu tak pernah bohong,
bening air sungai mengalir tak pernah menipu,
dengan padi menunduk penuh beras siap di panen,
beras bagus murah meriah bergemerlap putih seperti mutiara menggunung,
cukup makan bahkan berlimpah ruah,

Tak ada perut buncit karena busung,
Tak ada perut gendut kekenyangan,
Tak ada kurus jerangkong karena lapar,
Tak ada peminta-minta karena fakir,
Tak ada pengemis compang-camping miskin,

Hari ini dunia damai,

Minyak murah, kopi, gula, susu dan madu kebeli rahayat,
lauk pauk, sayur mayur, roti keju, tak berhutang di tukang sayur,
ayam goreng sate kambing tinggal potong bebek angsa,
tepung, susu, vanili, telur ayam kampung tujuh biji,
di tambah gula pasir bikin kue,
enak di rasa, lezat di kunyah, nikmat di makan,
bikin sendiri gratis tak bayar murah meriah ceria,
bikin rame-rame sedikit bayar orang murah meriah untuk tetangga,

Hari ini dunia damai,

Gunung tinggi menjulang gagah perkasa tak ada njeblug meletup,
Tak ada gempa, tak ada stunami, tak ada tanah longsor, tak ada banjir bandang apalagi kiamat,
Tak ada penyakit, tak ada buncit cacingan,tak ada infeksi,
Tak ada demam berdarah, taka ada mata juling, tak ada mulut bau,
Tak ada gigi terlalu panjang, tak ada rambut rontok, tak ada penyakit panu,
Tak ada penyakit menular, tak ada wabah, tak ada penyakit pelupa,
Tak ada penyakit lesu, lelah, letih, lemah atau penyakit otak miring,

Tak ada benci, tak ada fitnah, tak ada bala dan mara bahaya,
Tak ada bencana,malapetaka,musibah,perang dan pembunuhan,
Tak ada orang di gantung, tak ada orang di pancung, tak ada orang di setrum,
Tak ada maling,rampog,begal,penjarahan,tukang copet dan tukan tipu,
Tak ada tengkar, tak ada berhasut,tak ada gunjing, tak ada tawuran, yang ada pameran,..
Tak ada provokator, tak ada demonstrasi,tak ada democrazy, yang ada bercinta,..

Hari ini dunia damai,

Gadis manis cantik rupawan bibir bergincu, pipi berbedak putih seperti porselen,
Wanita jelita cantik molek tinggi langsing seperti bidadari,
Pemuda tampan sehat kuat seperti ksatria,
ganteng gagah perkasa mempesona seperti bidadara,
Tidak susah, tidak sengsara dan tidak muram karena merana,
Tak resah, tak sedih, tak benci atau dengki,
Tidak gundah, tidak iri, tidak pusing, tak ada muka masam karena durjana,
Tak ada goblok, tak ada bego, tak ada idiot, tak ada biadab, tak ada lemah otak karena pandir,

Semua indah mempesona takjub kagum nikmat di pandang,
semua bahagia sentosa,sejahtera, makmur sejuk di lihat,
Semua adil makmur tentram raharja aman di rasa,
Semua cukup sandang pangan, papan sejahtera,

Hari ini dunia damai,

Sebab tanah air negaraku Indonesia adalah sorga,
Bergunung emas, bertanah perak, berbukit intan permata,
Dengan lautan Luas penuh dengan keramik, batu safir,batu merah delima,
Piala emas, piala kristal terpendam yang siap di panen,

Janji mentari terbenam sembunyi di kolong bumi selalu pasti,
Janji bulan untuk purnama terang selalu terjadi,
Janji bintang berkerlap-kerlip di langit malam tak pernah lalai,

Hari ini dunia damai,

Dengan mimpi seribu arti,
Dengan janji-janji yang terjadi,
Dengan tidur dan selimut untuk fantasi,
Dengan kasur yang empuk bantal dan guling marilah kita bermimpi,
Hari ini,.. dan untuk selamanya,.. dunia damai,...


Dimas Handono Djati.
Jagakarsa
Jakarta
Indonesia.

Selasa, 22 Juli 2008

'Sahabat setia'

Ketika sepi mencekam yang menggigit,
Saat sendirian di tengah hamparan kosong,
Ketika bermimpi bahagia dengan gairah,
Ketika melepas penat kelelahan mengantuk,

Kamu menemaniku dengan setia.

Ketika matahari bersembunyi di kolong bumi,
Dan bintang yang seperti permata menyala di atap malam,
Dengan suara jangkrik meringkik berisik,
Dan malam mulai merangkak,
Dengan sayup suara perempuan yang merintih merdu,
Dan mengerang penuh kenikmatan,
Silih berganti dengan suara katak,
saling bersahut memanggil cinta,
Dan malam mulai dingin,

Kamu di peluk,

Ketika rindu tak mengelak,
Dengan kenangan yang terperangkap,
Dan keindahan yang mengkhayal,
Dengan cemburu yang menghanyut,
Dengan keangkuhan yang tersembunyi,

Kamu di cium,

Ketika air mata mencair, seperti embun yang menetes,
Dengan kesedihan yang membelenggu,
Dengan tangisan yang menindih,
Dan rasa kecewa yang menghujam,
Dengan perasaan malu yang terpendam,

Kamu di sebelah pipiku,

Ooh,.. Betapa aku butuh kamu,
Betapa para Wali dan para sufi butuh kamu,
Betapa para Raja dan ratu butuh kamu.
Dan para Pangeran dan Pangeran putri butuh kamu,
Dan Pimpinan dan para penguasa butuh kamu,
Alexander the great, Jengiz Khan, Akbar the Great, Napoleon Bonaparte juga butuh kamu,
Dengan Para Sultan yang berhias wanita selir bertahtakan intan permata juga butuh kamu,
Dengan para gembel dan para fakir berhias rumah gubug bertaburan sarang laba-laba juga butuh kamu,

Ooh,.. Betapa besar jasamu!..

Apakah kamu tahu berapa milyar orang di dunia ini yang mendekapmu setiap malam?
Apakah kamu tahu berapa pemuda yang menindihmu merindukan gadis?
Apakah kamu tahu berapa Janda yang memelukmu merindukan suami?
Apakah kamu tahu, bahwa kamu menjadi saksi perbuatan cinta pelepas hasrat gairah asmara?
Apakah kamu tahu, berapa juta para pemuja yang menghiasimu dengan kain sarung terlukis idola idaman?

Ooh Bantal terima kasih !

Wahai bantal betapa besar jasamu pada dunia,
Ooh bantal, betapa kamu berguna bagi insan di dunia
Wahai bantal, patutkah para penguasa bumi memberimu tanda jasa?
Ooh bantal, cukupkah para pemimpin menghiasimu dengan penghargaan?
Wahai bantal, apakah kamu dapat pahala karena jasamu?
Ooh bantal, apakah kami berdosa jika kami mencampakkanmu ke tempat sampah?
Wahai bantal, apakah kamu akan masuk syurga karena jasamu?
Ooh bantal, apakah ada kamu di Syurga kelak?

Ooh bantal,

Apakah kamu akan di peluk oleh bidadari dan bidadara di syurga kelak?

Ooh bantal, terima kasih!..
Kamu sahabat setiaku,

Hidup bantal!.. Panjang umur bantal!.. Selamanya!..


Dimas handono djati
Jagakarsa, jaksel,
Indonesia.

Kawanku di Nederland kota den helder bekerja di panti jompo milik pemerintah Nederlands. Panti jompo itu sangat baik dan mewah seperti hotel bintang lima. Beberapa waktu lalu kawanku butuh bantal khusus untuk para lanjut usia. jumlahnya sekitar seribu bantal atau kurang. Beliau telah memberikan sample bantal itu kepada saya. apa di Jakarta ada yang bisa membuatnya untuk expor?

Minggu, 13 Juli 2008

hello there!
this is good place to create ide, perception,expresion our mind. My daily activity is make art painting, type writing for novel fiction about love and mining. I hope this room can make we communicate with some one else who have atention to make better live at this earth. Im sure all of u love this planet. Ok see u again, chiaoo! skrwotensmid@yahoo.com